Sunday, April 16, 2017

Teori Akuntansi - ASET-



Temuan
Di bidang eksploitasi sumber daya alam misalnya ,tambang minyak sangat berharga ditemukan dengan pekerjaan eksplorasi dengan kos minimal(cukup rendah dibandingkan dengan hasilnya).Demikian juga,suatu peralatan atau teknik pemerosesan yang mempunyai harga pasar cukup tinggimungkin dikembangkan dan di daftarkan hak patennya tanpa suatu pengeluaran yang sebanding dengan nilai pasar temuantersebut.Dalam kondisi yang khusus seperti  ini,diperlukanlah suatu pengukur baru kos atas dasar jumlah tunai impsit.Jumlah ini adalah jumlah rupiah uang tunai (kas)yang pasti diperlukan untuk memperoleh sumber alam atau teknik pemerosesan  tesebut seandainya keduanya sudah dalam keadaan siap pakai atau dalam status siap di pasarkan atau di komersialkan.Pemeolehan aset melalui sumbangan atau temuan akan menimbulkan tambahan modal pemegang saham.
Kos Dalam Pembelian Kredit 
Dengan sistem kredit,nilai waktu uang menjadi faktor yang sangat penting dala mengukur kos yang sebenarnya(truecost). Kos yang sebenanya dalam transaksi kredit bukanlah berapa nilai kontrak yang harus di lunasi dalam beberapa kali angsuran saja tetapi berapa kos yang sebenarnya pada saat transaksi.Meskipun demikian,kalau barang atau jasa dibelli secara kredit,maka kos yang sebenarnya adalah haarga tunai imlisit.Harga tunai implisit tersebut ditentukan atas dasa jumlah rupiah yang di perlukan seandainya utang tersebut dilunasi pada saat transaksi.Dalam transaksi kontrak pembelian dengan harga kontrak tertentu,harga kontak  yangdisepakati mungkin melebihi harga pembelian tunai.Misalnya harga kontrak pembelian sebuah mesin adalah Rp1.600.000 dan di bayar dalam delapan kali angsuran tiap akhir triwulan setiap bulan Rp200.000 tanpa menyebutkan adanya bunga secara implisit.
Rugi Dalam Pemerolehan Aset
Sebelum pendapatan ditimbulkan oleh upya yang direpresentasikann oleh biaya,kos semata-mata mengalami penghimpunan,penggabungan,reklasifikasi.Kos yang terhimpun tersebut tetap merepresentasikan aset kalau aset tersebut belum dikeluarkan sebagai biaya.Akan tetapi dapat terjadi bahwa karena sesuatu hal (atau keadaan yang tidak normal)potensi jasa tertentu menjadi tidak mempunyai lagi kemampuan atau daya dalam menghasilkan pendapatan pada waktu mendatang.Dalam keadaan semacam itu ,dapat di katakan bahwa manfaat ekonomi telah hangus atau menguap dan merupakan rugi.Kalau keadaan memang menunjukkan dengan jelas bahwa rugi telah diderita,satu-satunya perlakuan yang tepat adalah pemisahan jumlah rupiah rugi tersebut  sebagai defisit atau dalam keadaan tertentu penghapusan jumlah rupiah rugi tersebut dengan pengurangan modal.Jai rugi tidak di kapitalisasi atau di asetkan karena kriteria manfaat ekonomik masa datang tidak dipenuhi lagi.
Penilaian
Pengukuran (measurement) adalah penentuan angka satuan pengukur tehadap suatu objek untuk menunjukkan makna tertentu objek tersebut.Objek dapat berupa barang,jasa,binatang,tubuh manusia,benda dan konstruk lainnya.Makna (atributte) dapat berupa nilai luas, berat,volume,tinggi,umur,indeks prestasi,dan sebagainya.
Di dalam akuntansi, istilah pengukuran dan penilaian sering tidak dibedakan karena adanya asumsi bahwa akuntasi menggunakan unit moneter untuk mengukur makna ekonomi suatu suatu subjek,pos,atau elemen.Pengukuran biasanya digunakandalam akuntansi untuk menunjukkan proses penentuan jumlah rupiah yang harus dicatat untuk objek pada saat pemerolehan.
Tujuan penilaian Aset
Karena aset merupakan elemen pembentuk posisi keuangan sebagai informasi semantik bagi investor dan kreditor,tujuan dari penilaian aset harut berpaut dengan tujuan pelaporan keuangan.Tujuan pelaporan keuangan adalah menyediakan informasi yang dapat membantu investor dan kreditor dalam meniai jumlah ,saat,dan ketidakpastian aliaran kas bersihke badan usaha.Aliran kas bersih yang  kebadan usaaha dapat di prediksi melalui informasi sematik berupa/:posisi keuangan,profitabilitas,likuiditas,dan solvensi yang penentuannya melihan penilai aset.Jadi tujuan penialinan aset adalah merefresentasikan atribut pos-pos aset yang berpaut dengan tujuan pelaporan keuangan dengan mengunakan basis penilaian yang sesuai.
Konsep dan Basis Penilaian
Hendriksen dan Van Breda (1992) membaahas konsep dan dasar penilaian aset untuk tujuan pelaporan keuangan dari dua dimensi yaitu arah aliran aset dan waktu.Karena aset merupakan komponen penentu posisi keuangan pada saat tertentu,basis pengukuran untuk menilai asetpada saat tersebut yang paling valid adalah harga atau nilai pertukaran(exchange prices atau value) .Nilai pertukaran itu sendiri dapatdi pandang dari dua sisi yaitu pertukaran dalam pemerolehan dan pertukaran dalam pemanfaatan aset(dikonsumsi/dijual)Nilai yang diperoleh atas dasar pertukaran pemerolehan disebut dengan nilai masukan(input values),sedangkan yang diperoleh dari petukaran pemanfaatan disebut nilai keluaran(output values).
walaupun penyajian aset adalah untuk saat tertentu yang dalam dimensi waktu dapat diletakkan sebagai titik sekarang (current),nilai pertukaran yang dapat dijadikan basis penilaian dapat nilai ertukaran masa lalu(past) atau masa mendatang(future).Dimensi waktu dan arah (pemerolehan atau pemakaian) menghasilkan enam basis pengukuran sebagaimana dikemukakan Hendriksen dan Van Breda(1992,hlm.489)yaitu:kos historis(historical cost),kos pengganti(replecement cost),kos harapan(expected costs),harga jual masa lalu(past selling prices),harga jual sekarang(current selling prices),dan nilai terrealisasi harapan(expected realizable values).
Nilai Masukan
Nilai masukan didasarkan atas jumlah rupiah yang haus dikeluarkan atau dikorbankan untuk memperoleh aset ata objek jasa tertentu yang masuk dalam unit usaha.Kalau tujuan menyajikan makna aset ini adalah untuk menunjukkan aliran kas yang keluar dari unit usaha maka nilai masukan merupakan altenatif nilai keluaran untuk objek jasa bila memang tidak ada pasar objek  tersebut sehingganilai keluaran tidak dapat diukur dengan cukup pasti dan handal.
Kos Historis
Kos historis sebagai nilai masukkan merupakan pengukur potensi jasa yang paling objektif untuk pos aset yang baru diperoleh.kos menunjukkan harga pertukaran pada saat terjadinya.salah satu keunggulan kos kos historis dari sudut konsep penilaian adalah dapat diujinya  hasil penilan tersebut(verifable)karena kos historis  terjadi dari hasil kesepakatan dua pihak yang indevenden.Kos Historis merupakan nilai kesepakatan  terendah bagi pembeli karena di anggap pembeli tidak memperoleh barang/jasa yang sama di tempatkandengan lebih rendah.Beberapa konsep kos masukan historis diajukan sebagai jawaban atas masalah ini yaitu kos bijaksana,kos standar, dan kos asal.
Kos Bijaksana adalah kos selayaknya yang manajemen bijaksana,atau hati-hati bersedia membayarnya untuk suatu objek.kos ini tidak termasuk kos yang mempresentasikan ketidaknormalan atau ketidakbijaksanaan seperti pemborosan manajemen.
Kos Standar adalah kos yang seharusnya terjadi dalam kondisi poses poduksi tertentu yang diasumsi.seperti kos bijaksana,kos ketidakefisienan dan kapasitas menganggur dikeluarkan dari kos yang terjadi dalam poses produksi.
Kos Asli merupakan kos suatu aset bagi perusahaan yang pertama kali menempatkannya untuk digunakan dalam layanan publik.seperti kos bijaksana, kos asli dikenal dalam konteks layanan publik khususnya bila perusahaan membeli aset bekas dari perusahaan layanan publik lainnya.
Kos Pengganti
Kos pengganti atau kos masukan sekarang(current input cost) atau kos sekarang menunjukkan jumlah rupiah harga pertukaran atau kesepakatan yang di pelukan sekarang oleh unit usaha untuk memperoleh aset yang sama jenis dan kondisinya atau penggantinya yang setara(ekuivalennya).Harga pertukaran harus ditentukan dari pasar barang yang sekarang digunakan kesatuan usaha(input market)sehingga haga pertukaran akan menggambarkan dengan tepat nilai aset bersangkutan.Bila ada pasar semacam itu,kos pengganti merupakan kos maksimum bagi kesatuan usaha karena tidak akan selau berusaha untuk mendapatkan barang yang sama atau setara dengan kos yang lebih rendah bila tersedia di pasar tersebut.Dasar penilaian ini sering di gunakan untuk penilaian sediaan barang walaupun jenis aset yang lain dapat pula dinilai dengan dasar ini.Beberapa alterrnatif penilaian lain yang masuk dalam penilaian pengganti adalah nilai penaksiran,nilai wajar,dan nilai terealisasi netto dikurangi laba normal.
Nilai Penaksiran adalah nilai taksiran kos sekarang atau nilai sekarang yang di tentukan dengan prosedur dan analisis sistematik oleh pihak independen yang kompeten.Nilai penaksiran biasanya ditujukan untuk aset tetap perusahaan yang berjalan terus guna menetapkan”nilai buku sekarang” yaitu kos pengganti atau reproduksi sekarang dikurangi depresiasi sampai tanggap penapsiran.

Nilai Wajar secara umum berarti jumlah rupiah yang dapat di terima untuk sebuah objek dalam sebuah transaksi antara pihak-pihak yang berkehendak bebas tanpa tekanan atau keterpaksaan.Pengertian ini lebih berkonotasi  sebagai nilai keluaran.Secara khusus ,nilai wajar dimaksudkan untuk menunjukkan jumlah rupiah kembalian wajar(fair return) bagi investor.Dengan kata lain nilai wajar adalah nilai aset yang menghasilkan imbalan atau tingkat kembalian  yang wajar telah di tetapkan.
Nilai terealisasi bersih dikurangi laba normal adalah nilai yang diharapkan merepresentasikan kos pengganti bila data untuk menentukan kos pengganti tidak tersedia.Jadi,nilai terealisasi bersih/neto dikurangi laba normal merupakan cara u ntuk  menaksir kos pengganti atau kos sekarang.
Kos Harapan
Secara sematik,kos harapan suatu aset adalah nilai pengorbanan ekonomik di masa mendatang  seaandainya potensi jasa aset tersebut diperoleh secara bagian demi bagian dan bukan sekaligus.Untuk penilaian sekarang,kos harapan harus di diskun menjadi kos harapan sekarang atau kos masukan masa datang diskunan.Untuk dapat  menggunakan dasar penilaian ini tentu saja harus ada alternatif pemerolehan aset secara bagian demi bagian sebagai pembanding dan diketahui dengan pasti kos masa datang tiap bagian tersebut.
Nilai Keluaran
Nilai keluaran di dasarkan atas jumlah rupiah kas atau penghargaan lainnya (non kas) yang di trima  suatu unit  usaha apabila suatu aset atau potensi jasa akhirnya keluar dari kesatuan usaha melalui pertukaran atau konversi.Secara umum penilaian ini lebih berpaut dengan aset yang tujuannya adalah di jual atau dikonversikan menjadi kas dan bukan digunakan untuk kegiatan produksi.
Harga jual masa lalu
Harga jual masa lalu sebenarnya menunjukkan kas yang cukup pasti akan diterima dri konversi suatu pos aset yang timbul karena transaksi masa lalu.pos yang mempunyai atribut semacam ini adalah piutang  usaha karena jumlah rupiah piutang usaha merupakan harga jual masa lalu.Oleh karena itu,haga jual masa lalu merupakan salah satu bentuk khusus penilaian yang di sebut  nilai terealisasi neto(net realizable values).






Sumber: Resume Perkuliahan

Zikrullah_abcd

About Zikrullah_abcd

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :