Temuan
Di bidang
eksploitasi sumber daya alam misalnya ,tambang minyak sangat berharga ditemukan
dengan pekerjaan eksplorasi dengan kos minimal(cukup rendah dibandingkan dengan
hasilnya).Demikian juga,suatu peralatan atau teknik pemerosesan yang mempunyai
harga pasar cukup tinggimungkin dikembangkan dan di daftarkan hak patennya
tanpa suatu pengeluaran yang sebanding dengan nilai pasar temuantersebut.Dalam
kondisi yang khusus seperti
ini,diperlukanlah suatu pengukur baru kos atas dasar jumlah tunai impsit.Jumlah
ini adalah jumlah rupiah uang tunai (kas)yang pasti diperlukan untuk memperoleh
sumber alam atau teknik pemerosesan
tesebut seandainya keduanya sudah dalam keadaan siap pakai atau dalam
status siap di pasarkan atau di komersialkan.Pemeolehan aset melalui sumbangan
atau temuan akan menimbulkan tambahan modal pemegang saham.
Kos Dalam Pembelian Kredit
Dengan sistem
kredit,nilai waktu uang menjadi faktor yang sangat penting dala mengukur kos
yang sebenarnya(truecost). Kos yang
sebenanya dalam transaksi kredit bukanlah berapa nilai kontrak yang harus di
lunasi dalam beberapa kali angsuran saja tetapi berapa kos yang sebenarnya pada
saat transaksi.Meskipun demikian,kalau barang atau jasa dibelli secara
kredit,maka kos yang sebenarnya adalah haarga tunai imlisit.Harga tunai
implisit tersebut ditentukan atas dasa jumlah rupiah yang di perlukan
seandainya utang tersebut dilunasi pada saat transaksi.Dalam transaksi kontrak
pembelian dengan harga kontrak tertentu,harga kontak yangdisepakati mungkin melebihi harga
pembelian tunai.Misalnya harga kontrak pembelian sebuah mesin adalah
Rp1.600.000 dan di bayar dalam delapan kali angsuran tiap akhir triwulan setiap
bulan Rp200.000 tanpa menyebutkan adanya bunga secara implisit.
Rugi Dalam Pemerolehan Aset
Sebelum pendapatan
ditimbulkan oleh upya yang direpresentasikann oleh biaya,kos semata-mata
mengalami penghimpunan,penggabungan,reklasifikasi.Kos yang terhimpun tersebut
tetap merepresentasikan aset kalau aset tersebut belum dikeluarkan sebagai
biaya.Akan tetapi dapat terjadi bahwa karena sesuatu hal (atau keadaan yang
tidak normal)potensi jasa tertentu menjadi tidak mempunyai lagi kemampuan atau
daya dalam menghasilkan pendapatan pada waktu mendatang.Dalam keadaan semacam
itu ,dapat di katakan bahwa manfaat ekonomi telah hangus atau menguap dan
merupakan rugi.Kalau keadaan memang menunjukkan dengan jelas bahwa rugi telah
diderita,satu-satunya perlakuan yang tepat adalah pemisahan jumlah rupiah rugi
tersebut sebagai defisit atau dalam
keadaan tertentu penghapusan jumlah rupiah rugi tersebut dengan pengurangan
modal.Jai rugi tidak di kapitalisasi atau di asetkan karena kriteria manfaat
ekonomik masa datang tidak dipenuhi lagi.
Penilaian
Pengukuran (measurement)
adalah penentuan angka satuan pengukur tehadap suatu objek untuk menunjukkan
makna tertentu objek tersebut.Objek dapat berupa barang,jasa,binatang,tubuh
manusia,benda dan konstruk lainnya.Makna (atributte)
dapat berupa nilai luas, berat,volume,tinggi,umur,indeks prestasi,dan
sebagainya.
Di dalam
akuntansi, istilah pengukuran dan penilaian sering tidak dibedakan karena
adanya asumsi bahwa akuntasi menggunakan unit moneter untuk mengukur makna
ekonomi suatu suatu subjek,pos,atau elemen.Pengukuran biasanya digunakandalam
akuntansi untuk menunjukkan proses penentuan jumlah rupiah yang harus dicatat
untuk objek pada saat pemerolehan.
Tujuan penilaian Aset
Karena aset
merupakan elemen pembentuk posisi keuangan sebagai informasi semantik bagi
investor dan kreditor,tujuan dari penilaian aset harut berpaut dengan tujuan
pelaporan keuangan.Tujuan pelaporan keuangan adalah menyediakan informasi yang
dapat membantu investor dan kreditor dalam meniai jumlah ,saat,dan
ketidakpastian aliaran kas bersihke badan usaha.Aliran kas bersih yang kebadan usaaha dapat di prediksi melalui
informasi sematik berupa/:posisi keuangan,profitabilitas,likuiditas,dan
solvensi yang penentuannya melihan penilai aset.Jadi tujuan penialinan aset
adalah merefresentasikan atribut pos-pos aset yang berpaut dengan tujuan
pelaporan keuangan dengan mengunakan basis penilaian yang sesuai.
Konsep dan Basis Penilaian
Hendriksen dan
Van Breda (1992) membaahas konsep dan dasar penilaian aset untuk tujuan
pelaporan keuangan dari dua dimensi yaitu arah aliran aset dan waktu.Karena
aset merupakan komponen penentu posisi keuangan pada saat tertentu,basis
pengukuran untuk menilai asetpada saat tersebut yang paling valid adalah harga
atau nilai pertukaran(exchange prices
atau value) .Nilai pertukaran itu sendiri dapatdi pandang dari dua sisi
yaitu pertukaran dalam pemerolehan dan pertukaran dalam pemanfaatan
aset(dikonsumsi/dijual)Nilai yang diperoleh atas dasar pertukaran pemerolehan
disebut dengan nilai masukan(input values),sedangkan yang diperoleh
dari petukaran pemanfaatan disebut nilai
keluaran(output values).
walaupun
penyajian aset adalah untuk saat tertentu yang dalam dimensi waktu dapat
diletakkan sebagai titik sekarang (current),nilai pertukaran yang dapat
dijadikan basis penilaian dapat nilai ertukaran masa lalu(past) atau masa
mendatang(future).Dimensi waktu dan arah (pemerolehan atau pemakaian)
menghasilkan enam basis pengukuran sebagaimana dikemukakan Hendriksen dan Van
Breda(1992,hlm.489)yaitu:kos historis(historical
cost),kos pengganti(replecement cost),kos
harapan(expected costs),harga jual
masa lalu(past selling prices),harga
jual sekarang(current selling prices),dan
nilai terrealisasi harapan(expected realizable values).
Nilai Masukan
Nilai masukan didasarkan
atas jumlah rupiah yang haus dikeluarkan atau dikorbankan untuk memperoleh aset
ata objek jasa tertentu yang masuk dalam unit usaha.Kalau tujuan menyajikan
makna aset ini adalah untuk menunjukkan aliran kas yang keluar dari unit usaha
maka nilai masukan merupakan altenatif nilai keluaran untuk objek jasa bila
memang tidak ada pasar objek tersebut
sehingganilai keluaran tidak dapat diukur dengan cukup pasti dan handal.
Kos Historis
Kos historis
sebagai nilai masukkan merupakan pengukur potensi jasa yang paling objektif
untuk pos aset yang baru diperoleh.kos menunjukkan harga pertukaran pada saat
terjadinya.salah satu keunggulan kos kos historis dari sudut konsep penilaian
adalah dapat diujinya hasil penilan
tersebut(verifable)karena kos
historis terjadi dari hasil kesepakatan
dua pihak yang indevenden.Kos Historis merupakan nilai kesepakatan terendah bagi pembeli karena di anggap
pembeli tidak memperoleh barang/jasa yang sama di tempatkandengan lebih
rendah.Beberapa konsep kos masukan historis diajukan sebagai jawaban atas
masalah ini yaitu kos bijaksana,kos standar, dan kos asal.
Kos Bijaksana
adalah kos selayaknya yang manajemen bijaksana,atau hati-hati bersedia
membayarnya untuk suatu objek.kos ini tidak termasuk kos yang mempresentasikan
ketidaknormalan atau ketidakbijaksanaan seperti pemborosan manajemen.
Kos Standar adalah
kos yang seharusnya terjadi dalam kondisi poses poduksi tertentu yang
diasumsi.seperti kos bijaksana,kos ketidakefisienan dan kapasitas menganggur
dikeluarkan dari kos yang terjadi dalam poses produksi.
Kos Asli merupakan kos
suatu aset bagi perusahaan yang pertama kali menempatkannya untuk digunakan
dalam layanan publik.seperti kos bijaksana, kos asli dikenal dalam konteks
layanan publik khususnya bila perusahaan membeli aset bekas dari perusahaan
layanan publik lainnya.
Kos Pengganti
Kos pengganti
atau kos masukan sekarang(current input
cost) atau kos sekarang menunjukkan jumlah rupiah harga pertukaran atau
kesepakatan yang di pelukan sekarang oleh unit usaha untuk memperoleh aset yang
sama jenis dan kondisinya atau penggantinya yang setara(ekuivalennya).Harga
pertukaran harus ditentukan dari pasar barang yang sekarang digunakan kesatuan
usaha(input market)sehingga haga pertukaran akan menggambarkan dengan tepat
nilai aset bersangkutan.Bila ada pasar semacam itu,kos pengganti merupakan kos
maksimum bagi kesatuan usaha karena tidak akan selau berusaha untuk mendapatkan
barang yang sama atau setara dengan kos yang lebih rendah bila tersedia di
pasar tersebut.Dasar penilaian ini sering di gunakan untuk penilaian sediaan
barang walaupun jenis aset yang lain dapat pula dinilai dengan dasar ini.Beberapa
alterrnatif penilaian lain yang masuk dalam penilaian pengganti adalah nilai
penaksiran,nilai wajar,dan nilai terealisasi netto dikurangi laba normal.
Nilai Penaksiran adalah
nilai taksiran kos sekarang atau nilai sekarang yang di tentukan dengan
prosedur dan analisis sistematik oleh pihak independen yang kompeten.Nilai
penaksiran biasanya ditujukan untuk aset tetap perusahaan yang berjalan terus
guna menetapkan”nilai buku sekarang” yaitu kos pengganti atau reproduksi
sekarang dikurangi depresiasi sampai tanggap penapsiran.
Nilai Wajar
secara umum berarti jumlah rupiah yang dapat di terima untuk sebuah objek dalam
sebuah transaksi antara pihak-pihak yang berkehendak bebas tanpa tekanan atau
keterpaksaan.Pengertian ini lebih berkonotasi
sebagai nilai keluaran.Secara khusus ,nilai wajar dimaksudkan untuk
menunjukkan jumlah rupiah kembalian wajar(fair return) bagi investor.Dengan
kata lain nilai wajar adalah nilai aset yang menghasilkan imbalan atau tingkat
kembalian yang wajar telah di tetapkan.
Nilai terealisasi bersih dikurangi laba normal adalah
nilai yang diharapkan merepresentasikan kos pengganti bila data untuk
menentukan kos pengganti tidak tersedia.Jadi,nilai terealisasi bersih/neto
dikurangi laba normal merupakan cara u ntuk
menaksir kos pengganti atau kos sekarang.
Kos Harapan
Secara
sematik,kos harapan suatu aset adalah nilai pengorbanan ekonomik di masa
mendatang seaandainya potensi jasa aset
tersebut diperoleh secara bagian demi bagian dan bukan sekaligus.Untuk
penilaian sekarang,kos harapan harus di diskun menjadi kos harapan sekarang
atau kos masukan masa datang diskunan.Untuk dapat menggunakan dasar penilaian ini tentu saja
harus ada alternatif pemerolehan aset secara bagian demi bagian sebagai
pembanding dan diketahui dengan pasti kos masa datang tiap bagian tersebut.
Nilai Keluaran
Nilai keluaran
di dasarkan atas jumlah rupiah kas atau penghargaan lainnya (non kas) yang di
trima suatu unit usaha apabila suatu aset atau potensi jasa
akhirnya keluar dari kesatuan usaha melalui pertukaran atau konversi.Secara
umum penilaian ini lebih berpaut dengan aset yang tujuannya adalah di jual atau
dikonversikan menjadi kas dan bukan digunakan untuk kegiatan produksi.
Harga jual masa lalu
Harga jual masa
lalu sebenarnya menunjukkan kas yang cukup pasti akan diterima dri konversi
suatu pos aset yang timbul karena transaksi masa lalu.pos yang mempunyai
atribut semacam ini adalah piutang usaha
karena jumlah rupiah piutang usaha merupakan harga jual masa lalu.Oleh karena
itu,haga jual masa lalu merupakan salah satu bentuk khusus penilaian yang di
sebut nilai terealisasi neto(net realizable values).
Sumber: Resume Perkuliahan
